PPDB – Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru

Sudah dibaca 274 kali!

PPDB – Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017

PPDB – Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru yang telah diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bisa dijadikan acuan serta pedoman untuk Satuan Pendidikan atau Sekolah didalam proses penyelenggaraan penerimaan peserta didik / siswa baru.

Surat edaran ini ditujukan untuk Gubernur di seluruh Indonesia dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia dan diteruskan ke Dinas Pendidikan Propinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah SD, SMP, SLB, SMA, dan SMK.  Surat edaran ini berlaku untuk PPDB tahun 2017 ini baik PPDB ONLINE maupun PPDB OFFLINE.

Oleh karena itu Surat Edaran ini juga berlaku untuk semua PPDB di kota-kota di Indonesia diantaranya berlaku juga untuk Ppdb Sidoarjo,Ppdb Kota Bandung,Ppdb Bandung,Ppdb Bekasi,Ppdb Solo,Ppdb Jombang,Ppdb Gresik,Ppdb Kab Bekasi,Ppdb Yogyakarta,Ppdb Tangerang,Ppdb Pekanbaru,Ppdb Kota Cirebon,Ppdb Cimahi,Ppdb Jepara,Ppdb Kudus,Ppdb Bantul,Ppdb Kabupaten Bekasi,Ppdb Kota Depok,Ppdb Sleman,Ppdb Dki,Ppdb Surabaya,Ppdb Malang,Ppdb Jakarta,Ppdb Kota Tangerang,Ppdb Jogja, dan kota-kota lain di Indonesia.

PPDB - Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru - PortalGTK.com

Baca juga:

Adapun isi dari Surat Edaran tersebut meliputi:

  1. Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017/2018 agar
    dioptimalkan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
    Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah
    Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, atau Bentuk Lain yang
    Sederajat.
  2. Ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah
    rombongan belajar pada sekolah diberlakukan hanya untuk peserta didik
    baru pada kelas 1, kelas 7, dan kelas 10 untuk setiap sekolah.
  3. Jika berdasarkan analisis kebutuhan, sekolah pada setiap
    provinsi/kabupaten/kota masih belum dapat menampung peserta didik
    yang tersedia sesuai dengan ketentuan zonasi, jumlah peserta didik dalam
    satu rombongan belajar, dan jumlah rombongan belajar pada sekolah,
    maka ketentuan sebagaimana dimaksud dalam angka 2 dapat
    dilaksanakan secara bertahap disesuaikan dengan kesiapan masingmasing
    provinsi/kabupaten/kota.
  4. Apabila sekolah telah melakukan penerimaan peserta didik baru sebelum
    terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun
    2017, maka sekolah dapat terus melanjutkan proses penerimaan peserta
    didik baru sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan sebelum
    terbitnya Peraturan Menteri dimaksud.
  5. Guru dapat mendaftarkan anaknya sebagai calon peserta didik baru pada
    satuan pendidikan ditempat guru bertugas sebagai alasan khusus.

Anda juga bisa download Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru ini jika memerlukannya.

Demikian informasi mengenai “PPDB – Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru“. Semoga bermanfaat.

Bagikan ke teman

3 thoughts on “PPDB – Surat Edaran Mendikbud No 3 Tahun 2017 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru

  1. apakah ini benar pak ?

    MEWASPADAI PERMENDIKBUD NO 17 TAHUN 2017 TENTANG PPDB, terutama pasal-pasal krusial dan sangsi nya di Dapodik.
    Pasal 24,

    a. SD dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20 (dua
    puluh) peserta didik dan paling banyak 28 (dua puluh
    delapan) peserta didik;
    b. SMP dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20
    (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 32 (tiga
    puluh dua) peserta didik;
    c. SMA dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 20
    (dua puluh) peserta didik dan paling banyak 36 (tiga
    puluh enam) peserta didik;
    d. SMK dalam satu kelas berjumlah paling sedikit 15
    (lima belas) peserta didik dan paling banyak 36 (tiga
    puluh enam) peserta didik.
    e. Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dalam satu kelas
    berjumlah paling banyak 5 (lima) peserta didik; dan
    f. Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) dan
    Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) dalam
    satu kelas berjumlah paling banyak 8 (delapan) peserta didik.
    Pasal 26
    a. SD atau bentuk lain yang sederajat berjumlah paling
    sedikit 6 (enam) dan paling banyak 24 (dua puluh
    empat) Rombongan Belajar, masing-masing tingkat
    paling banyak 4 (empat) Rombongan Belajar;
    b. SMP atau bentuk lain yang sederajat berjumlah paling
    sedikit 3 (tiga) dan paling banyak 33 (tiga puluh tiga)
    Rombongan Belajar, masing-masing tingkat paling
    banyak 11 (sebelas) Rombongan Belajar;
    c. SMA atau bentuk lain yang sederajat berjumlah paling
    sedikit 3 (tiga) dan paling banyak 36 (tiga puluh enam)
    Rombongan Belajar, masing-masing tingkat paling
    banyak 12 (dua belas) Rombongan Belajar; dan
    d. SMK atau bentuk lain yang sederajat berjumlah paling
    sedikit 3 (tiga) dan paling banyak 72 (tujuh puluh
    dua) Rombongan Belajar, masing-masing tingkat paling banyak 24 (dua puluh empat) Rombongan Belajar.

    SANGSI YG DITERIMA SEKOLAH JIKA JUMLAH SISWA ATAU ROMBEL MELANGGAR PERMENDIKBUD NO 17 TH 2017
    1. Data siswa baru tp 2017/2018 tdk bisa di singkronisasi di dapodik.
    2. Data PTK dan jam mengajar guru tdk bisa di sinkronisasi.
    Dampaknya :
    a. Guru tdk akan mendapat tunjangan sertifikasi
    b. Siswa tdk akan terdaftar sbg peserta UN
    C. Sekolah tidak akan mendapatkan dana BOS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *